Sicut in Caelo et in Terra

Dialektika Transendensi-Imanensi Ilahi sebagai Model Pedagogis Pendidikan Moderasi Beragama di Indonesia

Penulis

  • Hasudungan Sidabutar Institut Agama Kristen Negeri Kupang

DOI:

https://doi.org/10.33991/epigraphe.v10i1.592

Kata Kunci:

Christian Religious Education, immanence, religious moderation, theological dialectics, transcendence, dialektika teologis, imanensi, moderasi beragama, pendidikan agama Kristen, transendensi

Abstrak

The phrase sicut in caelo et in terra, drawn from the Lord's Prayer, expresses a dialectical relationship between divine transcendence and immanence. This article examines the theological and exegetical meaning of the phrase and develops it into a pedagogical model for religious moderation education in Indonesia's plural society. Using a qualitative library research method, the study drew on Indonesian and international theology and religious education journals, selected for their relevance to transcendence-immanence theology, the Lord's Prayer, and religious moderation. The study finds that transcendence grounds epistemic humility toward religious truth claims, while immanence grounds ethical responsibility for enacting divine values in social life. Building on this dialectic, the article proposes three interrelated pedagogical principles for Christian religious education: epistemic humility, practical engagement, and liturgical-ethical integration, each linked to concrete classroom practices. The article concludes that this model offers Christian religious educators a theologically grounded and practically actionable framework for cultivating tolerance and social harmony within Indonesia's multicultural context.

 

Abstrak

Frasa "sicut in caelo et in terra", yang berasal dari Doa Bapa Kami, mengungkapkan relasi dialektis antara transendensi dan imanen Allah. Artikel ini mengkaji makna teologis dan eksegetis frasa tersebut serta mengembangkannya menjadi model pedagogis bagi pendidikan moderasi beragama di masyarakat plural Indonesia. Dengan metode kualitatif studi pustaka, sumber dihimpun dari jurnal teologi dan pendidikan agama, baik Indonesia maupun internasional, yang relevan dengan teologi transendensi-imanensi, Doa Bapa Kami, dan moderasi beragama. Kajian ini menemukan bahwa transendensi melandasi kerendahan hati epistemik terhadap klaim kebenaran agama, sedangkan imanensi melandasi tanggung jawab etis untuk mewujudkan nilai-nilai ilahi dalam kehidupan sosial. Berdasarkan dialektika ini, artikel mengusulkan tiga prinsip pedagogis yang saling terkait bagi pendidikan agama Kristen, yaitu kerendahan hati epistemik, keterlibatan praksis, dan integrasi liturgis-etis, yang masing-masing dikaitkan dengan praktik pembelajaran yang konkret. Artikel ini menyimpulkan bahwa model tersebut menawarkan kerangka kerja yang berlandaskan teologis sekaligus dapat diterapkan secara praktis oleh pendidik agama Kristen untuk membangun toleransi dan harmoni sosial dalam konteks multikultural di Indonesia.

Referensi

Agustinus. City of God. Translated by Henry Bettenson. London: Penguin Classics, 2003.

Arifianto, Yonatan Alex, Alfons Renaldo Tampenawas, and Deice Miske Poluan. “Sikap dan Tanggung Jawab Orang Percaya dalam Menyikapi Teologi Imanensi.” Manna Rafflesia 8, no. 1 (2021): 241–264.

Aubry, Gwenaëlle. “Ousia, Energeia and Actus Purus Essendi: From Aristotle to Aquinas: Some Groundwork for an Archaeology of Power.” Tijdschrift voor Filosofie 77, no. 4 (2015): 827–854.

Azra, Azyumardi. Moderasi Islam di Indonesia: Dari Ajaran, Ibadah, hingga Perilaku. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2020.

Budiono. “Urgensi Pendidikan Multikultural dalam Pengembangan Nasionalisme Indonesia.” Jurnal Civic Hukum 6, no. 1 (2021): 79–89.

Bugis, Heribertus Ama, FX Armada Riyanto, and Wenseslaus Jugan. “Allah dalam Perspektif Thomas Aquinas: Mendalami Esensi-Eksistensi Melalui ‘Esse’ sebagai Ipsum Esse Subsistens.” Lumen Veritatis: Jurnal Filsafat dan Teologi 15, no. 1 (2024): 1–17.

Cahyono, Heru. “Pemikiran Transendensi dan Imanensi Thomas Aquinas dan Implikasinya bagi Teologi Peribadatan Pentakosta.” Diegesis: Jurnal Teologi 8, no. 1 (2023): 37–54.

Creswell, John W. Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Thousand Oaks, CA: SAGE, 2014.

Den, Fidelis, and Megawati Naibaho. “Analogi sebagai Medium Efektif untuk Mengenal Allah: Menyelami Konsep Analogi Timbal-Balik.” Jurnal Alternatif Wacana Ilmiah Interkultural 13, no. 1 (2024): 1–12.

Eliata, Stephen Rehmalem. “Menyerupai Allah: Manusia yang Mengaktualisasikan Diri.” KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi 7, no. 2 (2021): 405–426.

Febrianto, Sobri, and Elya Munfarida. “Implikasi Konsep Moderasi Beragama terhadap Multikulturalisme di Indonesia.” SUARGA: Studi Keberagamaan dan Keberagaman 2, no. 1 (2023): 72–96.

Grenz, Stanley J., and Roger E. Olson. 20th-Century Theology: God and the World in a Transitional Age. Downers Grove, IL: InterVarsity Press, 1996.

Junaedi, Edi. “Inilah Moderasi Beragama Perspektif Kemenag.” Harmoni 18, no. 2 (2019): 182–186.

McGrath, Alister E. Christian Theology: An Introduction. Chichester: Wiley-Blackwell, 2017.

Moltmann, Jürgen. The Living God and the Fullness of Life. Louisville: Westminster John Knox Press, 2015.

———. Theology of Hope: On the Ground and the Implications of a Christian Eschatology. Minneapolis: Fortress Press, 1993.

Nurlaili et al. “Moderasi Beragama di Indonesia: Konsep Dasar dan Pengaruhnya.” Moderation: Journal of Religious Harmony 1, no. 1 (2024): 19–24.

Panjaitan, Tutur Parade Tua. “Keutamaan Kristus: Prainkarnasi, Inkarnasi, Kemanusiaan, dan Keilahian Kristus.” HAGGADAH: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 5, no. 2 (2024): 59–65.

Prakosa, Pribadyo. “Moderasi Beragama: Praksis Kerukunan Antarumat Beragama.” Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) 4, no. 1 (2022): 45–55.

Prasetiawati, Eka. “Urgensi Pendidikan Multikultur untuk Menumbuhkan Nilai Toleransi Agama di Indonesia.” Tapis: Jurnal Penelitian Ilmiah 1, no. 2 (2017): 272–303.

Putra, A. P. “Data Terbaru Dukcapil: Penduduk Indonesia Tembus 288,3 Juta Jiwa per Desember 2025.” Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, March 13, 2026.

Rouw, Julian Frank. “Internalisasi Makna Kata ‘Di Bumi Seperti Di Surga’ dalam Matius 6:10c dan Praktik Konkritnya.” Integritas: Jurnal Teologi 1, no. 1 (2019): 38–53.

Saifuddin, Lukman Hakim. “Moderasi Beragama.” Kementerian Agama Republik Indonesia, September 5, 2019.

Saputra, Tito Erliando, Alvin Ardiansyah Putra, and Gusmaneli Gusmaneli. “Pendidikan Islam sebagai Pilar Moderasi Beragama di Indonesia.” Harmoni Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan 2, no. 2 (2025): 208–218.

Shofa, Abd Mu’id Aris. “Memaknai Kembali Multikulturalisme Indonesia dalam Bingkai Pancasila.” JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) 1, no. 1 (2016): 34–40.

Simangunsong, Pheter, and Rencan Carisma Marbun. “Kerajaan Allah: Antara Realitas Kini dan Kepenuhan Eskatologis.” Jurnal Teologi Anugerah 14, no. 1 (2025): 50–55.

Wiresti, R. D. “Membangun Moderasi Beragama Sejak Dini: Studi Penanaman Nilai-Nilai Moderasi Beragama pada Lembaga PAUD Jawa Tengah.” Journal of Early Childhood and Character Education 5, no. 2 (2025): 173–188.

Wright, N. T. How God Became King: The Forgotten Story of the Gospels. San Francisco: HarperOne, 2012.

Zaluchu, Sonny. “Manifestasi Kehadiran Tuhan di dalam Teologi Kristen: Dari Tabernakel Musa ke Bait Allah yang Hidup.” Khazanah Theologia 3, no. 1 (2021): 25–34.

Zed, Mestika. Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2008.

Diterbitkan

2026-05-30

Cara Mengutip

Sidabutar, H. (2026). Sicut in Caelo et in Terra: Dialektika Transendensi-Imanensi Ilahi sebagai Model Pedagogis Pendidikan Moderasi Beragama di Indonesia. EPIGRAPHE (Jurnal Teologi Dan Pelayanan Kristiani), 10(1), 140–150. https://doi.org/10.33991/epigraphe.v10i1.592

Terbitan

Bagian

Articles